Jakarta, CNN Indonesia —
Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Keahlian Bandung (ITB) Agus Purwadi menjelaskan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik China tak menjamur Ke semua Bangsa kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia. Setidaknya ada dua Bangsa yang Menunjukkan pola berbeda, yaitu India dan Vietnam.
“Tapi lihat dua Bangsa Asia Pasifik yang relatif berhasil Ke era ini adalah India dan Vietnam,” kata Agus Untuk sebuah presentasi sembari Menunjukkan diagram dominasi Kendaraan Pribadi China Ke Jakarta, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diagram itu Menunjukkan asal Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik terjual Ke setiap Bangsa Ke 2024. Indonesia Memiliki porsi merek China lebih Di 60 persen, Sambil Itu Ke India Ke bawah 20 persen dan paling minim adalah Vietnam Ke bawah 10 persen.
Komposisi Ke India dan Vietnam digambarkan Agus Memiliki porsi besar Ke merek lokal dan tak ‘terkontaminasi’ secara masif Di produk Kendaraan Pribadi asal China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua Bangsa dinilai bisa berdiri sendiri Agar tak hanya menjadi pasar, melainkan juga membangun industri mandiri Sebagai elektrifikasi.
“Baik dia domestic brand, Chinese locally produce, maupun other local production. Nah ini adalah menjadi istilahnya pembelajaran buat kita,” kata Agus.
Aturan lokal
Prestasi India dan Vietnam tidak lepas Di peran Aturan masing-masing pemerintah. Agus menilai Aturan yang diterapkan mampu Mendorong Perkembangan produk dan industri secara nyata.
“Kenapa India dan Vietnam ini elektrifikasinya mulai berhasil membangun internal. Sebab memang mereka punya policy dan juga implementasi yang terukur,” kata dia.
“Karena Itu tidak ada alasan GDP rendah. Faktanya, India Pada ini mendominasi pasar kendaraan roda dua dan roda tiga secara Internasional, sekaligus berhasil melakukan transisi Ke elektrifikasi Ke segmen tersebut,” lanjut Agus.
Vietnam disebut mengandalkan kekuatan merek lokal yang dibangun Di nol, meski tetap melibatkan kolaborasi bersama Manajer Internasional.
Perkembangannya pun tergolong cepat, Di yang awalnya minim infrastruktur hingga kini Memiliki fasilitas produksi memadai.
“Tapi kita tahu persis dulu mereka juga datang gedungnya pun belum ada. Sekarang mereka sudah punya fasilitas yang cukup baik, itu sukses,” katanya.
Ke 2025, penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Ke Vietnam dikuasai merek lokal Vinfast yang melego 175 ribu unit yang menguasai lebih Di 90 persen pasar.
|
Diagram asal Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik terjual Ke 2024 Ke sejumlah Bangsa. Merah menandakan berasal Di China. (Tangkapan Layar presentasi Agus Purwadi)
|
Ke Umumnya, Agus menambahkan hal tersebut merupakan gambaran Bangsa-Bangsa Ke Asia Pasifik yang telah Memiliki basis industri Berjuang Di era elektrifikasi
“Karena Itu ini kalau yang Yang Terkait Di Ke kawasan kami yang memang basis industri otomotifnya ada,” kata Agus.
(ryh/fea)
Add

as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Beda Di Indonesia, Kenapa Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik China Jarang Ke Vietnam?









