Wisata  

7 Destinasi Low Budget Untuk Libur Long Weekend Di Jakarta

Jakarta

Libur long weekend menjadi momen yang ditunggu Untuk melepas penat. Tetapi, tak semua orang ingin Menerbitkan biaya besar Untuk Berwisata Hingga luar kota.

Kabar baiknya, ada banyak destinasi low budget Di Jakarta yang bisa Karena Itu pilihan Untuk menghabiskan waktu libur tanpa harus merogoh kocek Di. Berikut tujuh destinasi low budget Di Jakarta yang cocok dikunjungi Pada long weekend:

7 Destinasi Low Budget Di Jakarta

1. Kota Tua Jakarta

Wisatawan memadati Kota Tua Jakarta, Senin (23/3/2026). (Pradita Utama/detikFoto)

Berlokasi Di kawasan Jakarta Barat, tepatnya Di Disekitar Jl. Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta Karena Itu destinasi klasik yang nggak pernah kehilangan daya tarik. Boleh dibilang, area ini adalah pusat sejarah ibu kota yang masih hidup Di Ditengah modernisasi Jakarta.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di area Disekitar Taman Fatahillah, beberapa gedung peninggalan kolonial Belanda Bersama fasad khasnya berdiri kokoh mengelilingi alun‑alun berbatu, menjadi latar Karya warga dan wisatawan yang berlalu‑lalang.

Kawasan itu buka Pada 24 jam, sedangkan museum-museum Di sana umumnya beroperasi pukul 09.00-15.00 WIB dan tutup setiap Senin. Sejumlah museum Di sana adalah Museum Sejarah Jakarta atau sering disebut Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Karya Seni Rupa dan Keramik, Museum Mandiri, dan Museum Wayang.

Untuk memasuki museum-museum itu, harga tiket relatif terjangkau, mulai Rp 5.000-Rp 15.000. Di sini, wisatawan bisa menikmati suasana bangunan kolonial, Mengayuh Sepeda ontel, hingga berburu foto estetik Di area alun-alun yang ikonik.

2. Taman Bendera Pusaka

Warga berolahraga di Taman Bendera Pusaka yang kini dibuka selama 24 jam untuk masyarakat, Minggu (15/3/2026).Warga Aktivitasfisik Di Taman Bendera Pusaka yang kini dibuka Pada 24 jam Untuk Komunitas, Minggu (15/3/2026). (Mohammad Farrel/detikFoto)

Taman yang tergolong Mutakhir ini berada Di kawasan Jakarta Selatan diresmikan Di 14 Maret 2026. Daya tarik utamanya adalah jembatan penghubung atau skybridge yang ikonik, cocok Untuk jalan santai sambil menikmati suasana hijau Di Ditengah kota.

Taman ini menjadi ruang terbuka hijau dan Memperoleh jembatan yang menghubungkan tiga taman secara langsung seperti Ayodya, Leuser, dan Langsat. Buka setiap hari Pada 24 jam dan bisa dinikmati secara gratis.

3. Hutan Kota GBK & Lapangan Bisbol GBK

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK Di Jakarta bisa Karena Itu salah satu pilihan lokasi menghabiskan sore Pada long weekkend. (Andhika Prasetia)

Terletak Di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Hutan Kota GBK menawarkan ruang terbuka hijau Bersama latar gedung pencakar langit.

Hutan Kota GBK buka Selasa-Minggu Bersama dua sesi, yakni pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore (15.00-18.00 WIB), tapa tiket masuk alias gratis. Lokasi tutup setiap Senin Untuk pemeliharaan. Pengunjung disarankan datang Di luar jam tersebut Untuk menghindari penutupan sesi Bersama tiket masuk gratis.

Area ini cocok Untuk piknik santai, jogging, atau sekadar duduk menikmati suasana kota yang lebih Tenteram, plus banyak spot foto Bersama view skyline Jakarta.

Traveler juga bisa memilih bersantai Di tribun Di lapangan bisbol dan sofbol GBK. Di sini, traveler bisa melihat langsung para pehobi atau Olahragawan bisbol dan softbol berlatih. Untuk memasuki lapangan ini tidak ada pungutan biaya. Traveler juga bisa menyantap bakso malang dan tempe mendoan Bersama harga yang relatif ramah Di kantong.

4. Setu Babakan

Sejumlah warga memadati kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Sabtu (28/3/2026), untuk menyaksikan pertunjukan ondel-ondel yang menjadi daya tarik utama selama libur Lebaran.Sejumlah warga memadati kawasan Perkampungan Kekayaan Budaya Dunia Betawi Setu Babakan, Sabtu (28/3/2026), Untuk Merasakan pertunjukan ondel-ondel yang menjadi daya tarik utama Pada libur Lebaran. (Muhammad Firman Maulana/detikfoto)

Terletak Di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Setu Babakan merupakan pusat Perkampungan Kekayaan Budaya Dunia Betawi yang luas dan asri. Di sini, traveler bisa merasakan suasana tradisional Betawi lengkap Bersama Tempattinggal adat, Masakan khas, serta pertunjukan Karya Seni.

Kawasan ini buka setiap hari Disekitar 08.00-17.00 WIB dan tiket masuk gratis, Kendati kamu Berencana membayar biaya kecil Untuk parkir atau wahana tertentu seperti naik bebek air Di danau, yang tarifnya mulai Rp 10.000 per orang.

Selain bersantai Di tepi danau, wisatawan juga bisa jogging, Mengayuh Sepeda sekeliling area, mencoba Masakan dan Karya Kekayaan Budaya Dunia Betawi.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan diprediksi mencapai puncaknya pada Kamis (1/1/2026) ini, bertepatan dengan masa libur Natal, Tahun Baru, dan libur panjang sekolah.Taman Margasatwa Ragunan (Qonita Hamidah/detikcom)

Taman Margasatwa Ragunan buka Untuk pengunjung setiap Selasa sampai Minggu mulai Disekitar pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Ragunan tutup setiap Senin. Jam operasional ini berlaku Di umumnya, tapi bisa sedikit berubah Di periode libur besar.

Kawasan ini mencakup lahan yang luas dan menjadi Tempattinggal Untuk ribuan satwa Di berbagai spesies, termasuk primata, karnivora seperti harimau, berbagai jenis burung, reptil dan lainnya, yang dirawat Di habitat yang meniru lingkungan alaminya.

Ragunan Memperoleh koleksi lebih Di 2.000 ekor satwa Di 200 jenis. Kebun binatang ini berperan pula Di konservasi dan Pelatihan satwa, serta menjadi tujuan populer Untuk keluarga dan pelajar.

Di dalamnya tersedia beragam fasilitas Liburan yang membuat kunjungan lebih nyaman dan menyenangkan, seperti area Children Zoo Bersama hewan yang digemari anak‑anak, jalur perahu angsa, penyewaan sepeda dan sepeda listrik, serta area bermain dan taman refleksi. Ada pula kereta keliling dan pusat primata Schmutzer yang bisa dinikmati pengunjung.

Harga tiket masuk Hingga TM Ragunan sangat terjangkau, Untuk pengunjung dewasa Rp 4.000 sedangkan Untuk anak-anak Rp 3.000.

6. Museum Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Tekstil

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi tiga museum di Jakarta yaitu Museum Kebangkitan Nasional, Galeri Nasional dan Museum Nasional pada Selasa (17/3/2026).Koleksi Museum Kebangkitan Nasional (dok. Kemenpar)

Traveler juga bisa menghabiskan libur akhir pekan ini, yang kebetulan libur long weekend, Bersama jelajah museum atau museum hopping atau museum date. Nah, Jakarta Memperoleh cukup banyak museum yang terawat dan informatif.

Di Jakarta Pusat, traveler bisa menuntaskan misi itu Bersama Berkunjung Hingga Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah sebagai titik start. Museum ini memberi gambaran luas tentang sejarah dan Kekayaan Budaya Dunia Nusantara lewat koleksi arca, prasasti, hingga pameran interaktif yang kini lebih modern.

Museum Nasional Memperoleh fasilitas lengkap, mulai Di ruang pameran ber-AC, area Pelatihan digital, hingga kafe dan toko suvenir. Tiket masuk Hingga Museum Nasional Disekitar Rp 30.000-Rp 50.000. Jam operasional museum ini Selasa-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB,

Di sini, perjalanan bisa dilanjutkan Hingga Museum Kebangkitan Nasional. Museum ini Memperoleh suasana Tenteram khas bangunan bersejarah STOVIA, lengkap Bersama Perabot dan Bangku kayu asli sekolah, tempat para pemuda belajar dan Berbicara soal kebangsaan.

Pameran bertajuk 'Kita Serumpun' digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (13/8/2024).Pameran bertajuk ‘Kita Serumpun’ digelar Di Museum Kebangkitan Nasional. (Rifkianto Nugroho)

Traveler juga Berencana disuguhi diorama pertemuan organisasi pergerakan yang Memperkenalkan nuansa sejarah hidup, koleksi foto, serta area informasi yang membantu memahami awal pergerakan nasional.

Traveler hanya perlu merogoh kocek Disekitar Rp 2.000-Rp 5.000 Bersama operasional Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00 WIB, dan tutup Di hari Senin serta hari libur nasional.

Pembelian tiket Pada ini wajib dilakukan secara nontunai (cashless) Lewat QRIS atau Dompet digital. Lokasinya berada Di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26, Senen, Jakarta Pusat

Langkah berikutnya membawa kamu Hingga Museum Perumusan Naskah Proklamasi, tempat Bersama suasana menjadi lebih intim dan reflektif. Di sini, kamu bisa melihat rekonstruksi ruangan asli, diorama, serta dokumentasi yang menggambarkan detik-detik penting menjelang kemerdekaan.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad ke-20.Museum Perumusan Naskah Proklamasi berdiri anggun Di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ini masih mempertahankan gaya arsitektur Eropa abad Hingga-20. (Pradita Utama)

Museum ini dulu adalah Tempattinggal Laksamana Maeda. Pada ini, museum Memperoleh fasilitas yang cukup nyaman Bersama ruang pamer tertata rapi dan area istirahat sederhana, Sambil tiket masuknya masih Di kisaran Rp 2.000-Rp 5.000.

Di sini traveler bakal menemui rekonstruksi ruang tempat naskah proklamasi dirumuskan, lengkap Bersama Perabot, Bangku, dan Produk-Produk yang menyerupai Kebugaran asli tahun 1945. Di sekitarnya, ada diorama dan foto-foto dokumentasi yang memperlihatkan para tokoh perumus proklamasi Di Berbicara, Agar traveler bisa merasakan atmosfer Pada momen itu terjadi.

Di Itu, museum ini menampilkan koleksi surat, dokumen, dan artefak asli yang berkaitan Bersama persiapan kemerdekaan, termasuk salinan naskah proklamasi dan tulisan tangan tokoh-tokoh seperti Sukarno dan Hatta. Traveler juga bakal menemukan papan informasi interaktif yang menjelaskan konteks sejarah dan kronologi peristiwa secara detail, Agar kunjungan tidak hanya visual tapi juga edukatif.

Traveler juga bisa menjumpai satu spot ikonik Di gedung ini, jendela lawas berwarna kuning yang sangat instagramable.

Setelahnya perjalanan yang cukup sarat makna, suasana Setelahnya Itu terasa lebih ringan Pada tiba Di Museum Tekstil. Museum ini menawarkan Penghayatan visual dan interaktif lewat koleksi batik, tenun, serta taman pewarna alami, tersedia juga workshop membatik, galeri terbuka, dan ruang santai yang membuat kunjungan terasa lebih santai.

Traveler hanya perlu merogoh kantong Untuk membayar tiket Disekitar Rp 5.000-Rp 10.000.

7. RPTRA Kalijodo

Perbaikan RTH-RPTRA Kalijodo telah selesai dilakukan. Kini ruang terbuka publik itu memiliki wajah baru setelah diperbaiki.RTH-RPTRA Kalijodo (Andhika Prasetia)

Dulu dikenal sebagai kawasan yang kontroversial, kini RPTRA Kalijodo bertransformasi Karena Itu salah satu ruang publik urban Di Jakarta Utara yang sering dikunjungi keluarga dan anak muda Untuk bersantai atau Aktivitasfisik ringan.

Berlokasi Di Jl. Pangeran Tubagus Angke, taman ini buka sepanjang hari tanpa tiket masuk (biaya masuk gratis), Di sini pengunjung bisa menikmati area jogging, jalur sepeda, skateboard park, playground Untuk anak-anak, lapangan Aktivitasfisik, hingga tempat duduk santai Untuk piknik mini Di akhir pekan.

Halaman 2 Di 3

Simak Video “Video: H+1 Lebaran, Ancol Diserbu 35 Ribu Wisatawan hingga Siang Ini

(fem/fem)





Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 7 Destinasi Low Budget Untuk Libur Long Weekend Di Jakarta