Wisata  

Berburu Takjil Di GDC Depok



Depok

Kawasan Grand Depok City (GDC) Di Depok, Jawa Barat, tepatnya Di Di Kampus Jakarta Internasional University, secara konsisten menjadi destinasi populer Untuk warga lokal yang mencari tempat Sebagai bersosialisasi dan menjelajahi pilihan jajanan Sebagai iftar. Seru juga, lho berburu takjil Di sini.

Pada senja tiba, pemandangan Di sepanjang jalan utama kawasan ini berubah menjadi pasar Minuman yang ramai dan spontan. Pedagang Di teliti mengatur kios-kios mereka Di bawah tenda-tenda berwarna cerah, terutama Di nuansa merah, disertai payung-payung berwarna pelangi.

Beragam pilihan camilan tersedia Untuk kerumunan pengunjung yang memadati jalanan, termasuk martabak, sup buah, aneka camilan kemasan, dimsum, dan masih banyak lagi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di suasana yang ramai dipenuhi penjual takjil, detikTravel mencoba menghampiri salah satu pedagang dan berbincang Di Maria Nessa, seorang penjual yang telah menjual takjil Di kawasan ini Di tiga tahun. Tahun ini, Nes! memperluas penawarannya melampaui es teler, Memperkenalkan menu yang lebih beragam Sebagai bersaing Di jumlah penjual yang Lebih banyak Di kawasan tersebut.

“Jualan ada es teler, es alpukat kocok, ada risoles, zuppa soup, ada lele ungkep, dan lain-lainnya,” ujar Nes, Senin (9/3/2026).

Di Di berbagai menu yang ditawarkan, sepertinya zuppa soup dan es alpukat kocok menjadi Unjuk, yang cepat habis Di pilihan. Nesa menyebutkan bahwa Di akhir pekan, ia mampu membawa dan menjual hingga 50 porsi zuppa soup.

Di akhir pekan, ia biasanya berhasil menjual Disekitar 30 hingga 40 cangkir es, termasuk es krim alpukat kocok uniknya. Nessa mengakui bahwa minat yang tinggi Di pembeli Di akhir pekan seringkali menyebabkan Produk dagangannya habis terjual Di waktu yang sangat singkat.

Penjualan tercepat terjadi Di akhir pekan, Di tiket habis terjual Sebelumnya pukul 18.30.

“Paling cepat tuh kalau lagi weekend jam setengah 6 juga udah habis. Belum sampai Magrib tuh udah habis,” kata dia.

Tahun ini terbukti menjadi tahun yang paling ramai dan menguntungkan Untuk pedagang, melampaui semua tahun Sebelumnya Itu.

“Jauh, bedanya jauh. Bisa gue bilang bedanya 100%,” kata Nessa.

Pedagang biasanya mulai Menyusun diri Disekitar pukul 15.00. Menariknya, suasana Minuman ini tetap ramai Malahan Sesudah iftar berakhir.

Untuk warga Depok kawasan ini selalu banyak pedagang yang berjualan tidak hanya Di bulan Ramadan. Seperti, banyak pedagang yang mendirikan tenda, termasuk yang menjual dim sum, bukanlah penjual takjil musiman.

Sebagai Alternatif, mereka adalah pedagang Minuman malam yang tetap beroperasi hingga Ditengah malam, Di beberapa Di antaranya memperpanjang jam operasional hingga pukul 1 dini hari.

Untuk yang ingin merasakan atmosfer paling semarak, waktu terbaik Sebagai berkunjung adalah Di tahap awal hingga pertengahan bulan puasa. Seiring mendekati minggu menjelang Idul Fitri, Menurut beberapa pedagang, Di sekolah-sekolah tutup dan banyak warga kembali Ke kampung halaman, suasana Di pasar takjil biasanya mulai mereda secara bertahap.

(fem/fem)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Berburu Takjil Di GDC Depok