Kisah Kematian Paling Menyakitkan, Pria Mati Perlahan Bersama Satu Organ Berfungsi

Jakarta

Pria Di Jepang bernama Hisashi Ouchi meninggal Di Situasi yang sangat menyiksa. Di tahun 1999, ia Merasakan kecelaan radioaktif Agar organ-organ tubuhnya hancur secara perlahan.

Dikutip Di Lad Bible, semua berawal Di 30 September 1999 ketika Ouchi memulai giliran kerjanya Di Pembangkit Nuklir Tokaimura, Jepang. Bersama dua orang rekannya bernama Masato Shinohara dan Yukata Yokokawa, ia Menyambut tugas berisiko besar yaitu mencampur uranil nitrat Di sebuah tangki logam besar.

Sebab Kesalahan Individu perhitungan, reaksi nuklir tak terkendali terjadi Di ruang tersebut. Masato menyerap radiasi sebesar 10 ribu millisievert (mSv). Sambil Itu, Ouchi yang berada paling Disekitar Merasakan dosis hingga 17 ribu mSv, padahal batas aman Untuk pekerja hanya sampai 20 mSv per orang per tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ouchi langsung dibawa Ke Puskesmas Universitas Tokyo dan bertahan hidup Pada 83 hari Di Perawatan Medis intensif.

Ketika tiba Di Puskesmas, Ouchi terlihat tidak sakit. Tetapi, Di beberapa bulan berikutnya Situasi fisik Ouchi menurun drastis. Sel darah putihnya anjlok, membuat sistem kekebalan tubuhnya tak lagi berfungsi Agar rentan Infeksi. Kulitnya juga ‘meleleh’ akibat paparan radiasi.



Pada dirawat, Ouchi menjalani beragam prosedur seperti transfusi darah, transplantasi sel punca, hingga cangkok kulit berkali-kali. Tetapi, langkah tersebut tidak bisa menyelamatkan Ouchi.

Di hari Ke-59 dirawat, Ouchi Merasakan tiga kali serangan jantung, tapi berhasil dipertahankan. Ia akhirnya meninggal Di 21 Desember 1999 Di usia 35 tahun.

Hasil Autopsi Hisashi Ouchi

Hasil autopsi yang Di tubuh Hisashi Ouchi menemukan adanya perubahan organ yang tidak biasa. Tercatat ada sebanyak 2,04 kg darah Di lambung serta 2,68 kg Di Di usus Ouchi. Ini Menunjukkan sistem pencernaan Ouchi berhenti berfungsi.

Selaput lendir yang melapisi organ-organ dalamnya, serta sel punca yang biasanya ada Di sumsum tulang Dibelakang juga menghilang.

Satu-satunya organ yang tidak Merasakan kerusakan adalah jantungnya. Berbeda Bersama sel-sel otot Di Pada tubuh lain yang kehilangan seratnya, jantung Ouchi tetap utuh dan tidak rusak.

“Saya meneliti literatur medis dan Berbicara Bersama para Praktisi Medis klinis, tetapi tidak menemukan alasannya. Apakah ini efek radiasi? Atau efek Di Terapi-obatan yang digunakan Pada Perawatan Medis,” ucap salah satu Praktisi Medis autopsi, Shogo Misawa kebingungan.

Penyebab kematian Ouchi akhirnya ditetapkan sebagai kegagalan multi-organ akibat paparan radiasi akut yang sangat parah. Kasusnya tetap menjadi pengingat yang memilukan tentang betapa dahsyatnya dampak radiasi Pada tubuh manusia.

Halaman 2 Di 2

(avk/kna)




Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kisah Kematian Paling Menyakitkan, Pria Mati Perlahan Bersama Satu Organ Berfungsi