Jakarta –
Kebun Binatang Khao Kheow Hingga Thailand Memberi klarifikasi Yang Berhubungan Bersama Kemakmuran Markas kuda nil lucu Moo Deng yang menjadi sorotan Sebab kotor.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul perbincangan luas Hingga media sosial mengenai Kemakmuran Markas satwa tersebut, perdebatan mencuat Sesudah unggahan advokat konservasi laut, Siranudh Scott. Untuk unggahannya Hingga platform X, Scott menilai Markas Moo Deng terlihat kurang layak, meski satwa tersebut Di menjadi perhatian publik dan dinilai Memiliki potensi ekonomi.
Melansir Bangkok Post, Kamis (19/2/2026) pihak kebun binatang Berkata bahwa Kemakmuran yang terlihat Untuk foto merupakan kotoran hewan, yang merupakan perilaku alami kuda nil Untuk menandai wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola menegaskan bahwa pembersihan Markas dilakukan setiap pagi dan telah mengikuti standar Kesejaganan satwa internasional yang ditetapkan Dari World Association of Zoos and Aquariums (WAZA).
Pihak kebun binatang juga menjelaskan bahwa desain habitat Moo Deng memang mencakup unsur tanah, lumpur, dan tumbuhan air. Lingkungan tersebut sengaja dipertahankan Untuk menjaga kelembapan tinggi yang dibutuhkan kuda nil agar Kesejaganan kulit dan perilaku alaminya tetap terjaga.
Selain Memberi klarifikasi, pengelola Mengintroduksi Wacana Pembuatan habitat Mutakhir yang disebut Desa Kuda Nil. Proyek perluasan Di 1,6 hektar itu dirancang Untuk menampung tujuh kuda nil kerdil dan enam kuda nil biasa.
Habitat tersebut diharapkan dapat menyediakan ruang yang lebih luas dan alami guna Meningkatkan Standar hidup satwa. Pembangunan kawasan Mutakhir ini Berencana dilakukan secara bertahap dan dipastikan tidak mengganggu Moo Deng maupun induknya, Jonah.
Pengelola kebun binatang juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Kelompok serta membuka ruang masukan Lewat akun Facebook resmi dan saluran telepon khusus yang disediakan.
Ke Di Yang Sama, Scott Lalu Memberi klarifikasi atas unggahannya. Ia Berkata tidak bermaksud menyalahkan pengelola kebun binatang, melainkan ingin menekankan pentingnya memastikan hewan-hewan yang menjadi representasi Thailand Hingga tingkat internasional Memperoleh Kemakmuran hidup yang layak.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Markas Moo Deng Disebut Kotor, Pihak Kebun Binatang Angkat Suara











