Studi Temukan Fakta Penerbangan Hingga Luar Angkasa Mengubah Posisi Otak

loading…

Otak manusia. FOTO/ SCIENCE ALERT

NEW YORK – Perjalanan Hingga luar angkasasangat berat Untuk tubuh manusia, dan seperti yangditemukandalam studi Mutakhir menemukan fakta bahwa otak bergeser Hingga atas dan Hingga Di.

Besarnya perubahan ini lebih terasa Untuk mereka yang menghabiskan waktu lebih lama Hingga luar angkasa.

Seiring Bersama Ide NASA Sebagai misi luar angkasa yang lebih panjang dan perluasan perjalanan luar angkasa Hingga luar kalangan astronot profesional, temuan ini Berencana menjadi Lebih relevan.

Hingga Bumi, gravitasi terus-menerus Memikat cairan Di tubuh dan otak Anda Hingga arah pusat Bumi. Hingga luar angkasa, gaya itu menghilang. Cairan tubuh bergeser Hingga arah kepala, yang membuatwajah astronot tampak bengkak.

Hingga bawah gravitasi normal, otak, cairan serebrospinal, dan jaringan Hingga sekitarnya mencapai Kesejajaran yang stabil. Di Kepuasan mikrogravitasi, Kesejajaran itu berubah.

Tanpa gaya gravitasi yang Memikat Hingga bawah, otak mengapung Hingga Di tengkorak dan Merasakan berbagai gaya Bersama jaringan lunak Hingga sekitarnya dan tengkorak itu sendiri. Studi Sebelumnya Itu Menunjukkan bahwa otak tampak lebih tinggi Hingga Di tengkorak Setelahnya penerbangan luar angkasa.

Namunsebagian besar Studi tersebutberfokus Ke pengukuran rata-rata atau seluruh otak, yang dapat menyembunyikan efek penting Hingga berbagai area otak.

Kami menganalisishasil pemindaian MRI otakdari 26 astronot yang menghabiskan waktu berbeda Hingga luar angkasa, mulai Bersama beberapa minggu hingga lebih Bersama satu tahun.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Studi Temukan Fakta Penerbangan Hingga Luar Angkasa Mengubah Posisi Otak