Cirebon –
Taman Sari Gua Sunyaragi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah ikonik yang terletak Ke Cirebon, Jawa Barat. Kompleks gua buatan peninggalan Kesultanan Cirebon ini menyimpan nilai sejarah dan Kearifan Lokal Global yang masih terjaga hingga kini, sekaligus menjadi daya tarik wisata edukatif Untuk pengunjung.
Menariknya, Taman Sari Gua Sunyaragi Memiliki fakta-fakta unik yang belum banyak diketahui, penasaran apa saja? Simak Ke sini!
Melansir informasi Bersama detikTravel dan detikJabar, Selasa (26/1/2026) berikut fakta-fakta Menarik Perhatian Gua Sunyaragi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Dirancang Dari Cucu Sunan Gunung Jati
Tak banyak yang mengetahui bahwa arsitektur bangunan Gua Sunyaragi dirancang Dari tokoh penting Ke Cirebon, yakni Panembahan Losari, yang merupakan cucu Sunan Gunung Jati. Untuk pembangunannya, Panembahan Losari menggunakan batu karang sebagai bahan utama, Supaya menciptakan bentuk gua yang unik dan khas. Kompleks Gua Sunyaragi sendiri diketahui didirikan Ke tahun 1596 dan hingga kini masih menjadi salah satu peninggalan bersejarah Keraton Cirebon.
2. Tempat Bermain dan Itikaf Keluarga Sultan Cirebon
Ke masa lampau, Gua Sunyaragi berfungsi sebagai taman sari atau tempat peristirahatan yang Tenteram Untuk keluarga Sultan Cirebon dan pembesar keraton. Selain sebagai lokasi Mengosongkan Pikiran atau bertapa, kompleks ini juga digunakan sebagai area santai serta tempat berkumpul keluarga. Bangunan-bangunan Ke dalamnya menyimpan berbagai ruangan yang dulunya dimanfaatkan Sebagai Kegiatan santai Malahan Sebagai anak-anak Sultan bermain, Menunjukkan bagaimana kehidupan keraton menggabungkan fungsi spiritual Bersama Liburan
3. Mitos Patung Perawan Sunti
Patung Perawan Sunti merupakan sebuah patung perempuan yang berada Ke area pintu masuk Gua Sunyaragi. Patung ini disebut Bersama sebutan Patung Perawan Sunti. Mitos yang berkembang Ke Kelompok menyebutkan bahwa gadis perawan tidak diperbolehkan menyentuh patung tersebut Sebab dipercaya dapat menyulitkan jodoh Ke Lalu hari.
Tetapi, Ke balik kepercayaan tersebut, mitos ini sebenarnya mengandung pesan moral dan nasihat Untuk para perempuan Ke masa itu. Istilah perawan sunti merujuk Ke perempuan yang hamil dan melahirkan anak tanpa Melewati ikatan pernikahan yang sah. Karenanya, keberadaan mitos ini lebih berfungsi sebagai pengingat Berencana nilai-nilai moral dan norma sosial yang dijunjung tinggi Dari Kelompok Cirebon Ke masa lampau.
Pengelola Gua Sunyaragi Sebelumnya Itu pernah menjelaskan soal mitos ini. Mitos ini sebenarnya nasehat Bersama orang tua zaman dulu agar anaknya mau menuruti orang tua. Makna yang terkandung Untuk mitos perawan sunti ini maksudnya kalau ada wanita yang hamil dan melahirkan, harus jelas siapa suami dan bapak Bersama anak itu.
4. Mitos Dua Lorong Ke Gua Argajumut
Mitos lain yang berkembang Ke Gua Sunyaragi adalah dua lorong yang ada Ke Gua Argajumut. Lorong tersebut dikenal Bersama nama Lorong Makkah-Madinah dan Lorong Tiongkok–Gunungjati. Keduanya Memiliki ukuran yang relatif sempit, Disekitar 1×1 meter persegi. Kelompok setempat meyakini adanya mitos bahwa dua lorong ini dapat menembus hingga Di Makkah, Madinah, dan Tiongkok.
Tetapi, Ke balik cerita tersebut, penamaan lorong-lorong ini sebenarnya sarat makna simbolis. Nama Makkah-Madinah mencerminkan kuatnya pengaruh Kearifan Lokal Global dan agama Islam Bersama Arab, Sambil Itu Tiongkok-Gunungjati melambangkan peran Kearifan Lokal Global Tionghoa Untuk sejarah berdirinya Cirebon.
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fakta Menarik Perhatian Gua Sunyaragi yang Jarang Diketahui, Mitos Perawan Sunti











