Jakarta, CNN Indonesia —
Produksi Kendaraan Pribadi Elektrik Neta Ke Indonesia dilaporkan berhenti, menyusul masalah serius yang menimpa prinsipal Ke China, Agar mereka perlu melakukan restrukturisasi Dari 2025.
Situasi tersebut disinyalir berdampak langsung Ke Kegiatan Pabrik Ke Untuk negeri, meski stok bahan baku serta unit kendaraan disebut masih tersedia.
Pihak pabrik Handal Indonesia Kendaraan Bermotor Roda Dua (HIM) sebagai rekanan Pabrik Neta Ke Indonesia mengonfirmasi kegiatan produksi sudah tidak lagi berjalan Dari beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada ini berhenti,” kata Komisaris HIM Jongkie D Sugiarto ditemui Ke Jakarta, Jumat (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan penghentian produksi tersebut bukan terjadi Mutakhir-Mutakhir ini. Proses perakitan Kendaraan Pribadi Neta sudah stop Dari Di enam bulan lalu.
“Udah lama, enam bulan yang lalu udah berhenti,” katanya.
Sampai Sekarang belum dapat dipastikan apakah keputusan penghentian produksi bersifat Sambil Itu atau menetap. Ia hanya memastikan Ke pabrik Handal masih Memperoleh pasokan bahan baku, dan sejumlah unit Kendaraan Pribadi Neta Untuk Situasi siap pakai.
“Tapi bahan bakunya masih ada, terus Kendaraan Pribadi Bersama Sebab Itu juga masih ada Ke tempat kita,” kata Jongkie.
Jongkie menegaskan keputusan produksi atau tidaknya Neta sepenuhnya berada Ke tangan Agen Pemegang Merek (APM). Handal hanya bertindak sebagai Pabrik.
“Tapi saya nggak tahu kenapa, kan APM-nya bukan saya,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai kepastian status merek Neta Ke Tanah Air, termasuk kelanjutan Usaha dan produksi Ke Di, ia kembali menekankan hal tersebut menjadi kewenangan APM. Lebih Bersama itu Jongkie memastikan Neta masih terdaftar sebagai anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Tapi masih Bersama Sebab Itu anggota Gaikindo,” kata Jongkie yang juga menjabat sebagai Ketua I Gaikindo tersebut.
Hingga Pada ini, belum ada pernyataan resmi Bersama pihak APM Neta Indonesia Yang Berhubungan Bersama penghentian produksi Ke Tanah Air.
Sebelumnya Itu Neta telah Mengintroduksi langkah Mutakhir usai prinsipal melakukan restrukturisasi. Keputusan ini nampaknya berujung Bersama dialihkannya layanan utama konsumen Tanah Air kepada pihak ketiga.
Berdasarkan situasi jaringan dealer Pada ini, Neta telah memperbarui outlet layanan purna jual resmi sebagai berikut:
1. Otoklix (cakupan Ke semua kota Ke Indonesia)
2. Anma Kendaraan Pribadi (Jl Kh Hasyim Ashari Nomor 44 Cipondoh, Tangerang)
3. Lainnya Akansegera terus bertambah Ke masa mendatang.
Neta juga memastikan ketersediaan stok suku cadang ‘cukup’ dan tidak Akansegera melakukan penyesuaian serta secara menerus memenuhi semua Aturan garansi.
“Kami Bersama tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang Mungkin Saja ditimbulkan kepada sebagian pemilik Kendaraan Pribadi,” kata Neta.
Langkah ini diduga sejalan Bersama tutupnya sejumlah dealer Neta Ke Indonesia Untuk beberapa waktu terakhir, Malahan Ke antaranya telah berganti Bersama merek lain. Untuk pengumuman ini Neta Auto Indonesia belum menginfokan berapa jumlah dealer tersisa.
Pihak Neta Auto Indonesia juga belum memberi komentar Pada ditanyai apakah perusahaan masih aktif berniaga kendaraan atau hanya fokus melanjutkan layanan purna jual.
(ryh/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Neta Setop Rakit Kendaraan Pribadi Ke Indonesia Imbas Prinsipal Bangkrut











